Kamis, 25 Agustus 2016

My Angel Wife (ChanBaek Fanfiction)



Tittle: "my angel wife"
Author: Anggun Err
Cast: Baekhyun (yeoja) Chanyeol (namja)
Genre: married life, hurt, little angst, romance
Length: oneshoot
Rate: T (teen)
Disclaimer: ChanBaek milik Shippernya :3
Summary: "seorang istri yang memiliki hati seperti malaikat. Mencoba sabar dengan segala hal yang terus mendatanginya"

Ff ini sebelumnya pernah aku posting disalah satu fanspage di facebook.

Sorry for typo, jalan cerita membosankan, dll. Hargai karya author.
.
.
.
Happy reading...
.
.
.
~Anggun Err present~
.
.
.
"Aku berangkat dulu sayang" Chanyeol mencium kening Baekhyun ketika dirinya akan pergi ke kantor.
"Ne, hati-hati dijalan Yeol" Baekhyun tersenyum
"Jika terjadi sesuatu padamu segera hubungi aku, wajahmu terlihat pucat Baek..." Chanyeol mengelus pipi Baekhyun lembut. Baekhyun mengangguk pelan. Lalu mereka saling melambai, sampai mobil Chanyeol keluar dari gerbang rumah.

Baekhyun memasuki kamarnya, merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Entah mengapa tubuhnya merasa lemas dan kepalanya sedikit pusing. Ia baru saja memejamkan matanya, namun suara yang cukup keras membuatnya terkejut.

*BRAKK

Seseorang membuka pintu kamarnya dengan keras. Baekhyun mendudukan tubuhnya. Dan dilihatnya nyonya Park, atau lebih tepatnya ibu dari sang suami atau dengan kata lain ibu mertuanya. Memasuki kamarnya dengan tergesa. Menatap Baekhyun nyalang. Menarik selimut yang menutupi tubuh Baekhyun.
"Ada apa eomma?" tanya Baekhyun lirih
"Cih, ini masih pagi dan kau sudah akan tidur lagi? Kau tidak lihat banyak pekerjaan rumah yang harus kau selesaikan? Kau sudah mulai berani sekarang huh?" bentak nyonya Park, menarik tangan Baekhyun turun dari ranjang. Menghempaskan tubuh lemah Baekhyun kelantai keramik yang dingin. Tanpa sengaja sikunya terkatuk meja nakas disana.
"Mianhae eomma, tapi aku sedang tidak enak badan" lirih Baekhyun, menahan sakit disikunya yang sepertinya memar.
"Aku tidak peduli! Selesaikan pekerjaan rumah sekarang juga!" bentak nyonya Park, kemudian berlalu keluar kamar. Menyisakan Baekhyun yang sedang menahan tangisnya. Matanya memerah. Namun air mata yang tidak bisa dibendung lagi keluar begitu saja, mengalir dari mata indahnya. Disusul isakan kecil yang menyakitkan.
'Kapan eomma menerimaku? Kenapa eomma begitu membenciku?' batin Baekhyun sakit

#flashback

Kehidupan keluarga kecil Baekhyun awalnya baik-baik saja. Kebahagiaan terus berdatangan. Sampai akhirnya, saat nyonya besar park, atau lebih tepatnya nenek dari Chanyeol meninggal dunia semua berubah begitu cepat. Ibu Chanyeol mulai merubah sikapnya. Dulu begitu menyayangi Baekhyun. Tapi sekarang justru berkebalikan. Baekhyun pernah bertanya mengapa. Dan Baekhyun merasa menyesal karena menanyakannya.
"Sejak awal Chanyeol mengenalkanmu pada keluarga kami. Mengetahui asal-usulmu yang tidak jelas. Aku sudah tidak menyukaimu. Anakku sempurna, dia pantas mendapatkan yang sepadan dengannya. Tidak sepertimu Byun Baekhyun!" Ucap nyonya Park pelan namun penuh penekanan. Sejak saat itu, Baekhyun sering berpikir tentang dirinya. Chanyeol memang sangat sempurna. Tampan, baik hati, kaya, siapa yang tidak ingin menjadi pendampingnya. Dan begitu beruntungnya Baekhyun menjadi istrinya. Chanyeol benar-benar mencintainya. Terbukti dengan berani menikahi Baekhyun yang notabennya hanya seorang gadis panti asuhan. Yang tidak tau siapa orang tuanya. Terkadang Baekhyun menangis sendiri tanpa ada yang mengetahui, termasuk suaminya. Baekhyun selalu mencoba untuk terlihat baik-baik saja dihadapan Chanyeol. Dia tidak mau Chanyeol menghawatirkannya. Karena itu hanya akan mengganggu keharmonisan keluarganya.
.
.
.
"Sayang, aku pulang" Chanyeol memasuki kamarnya dan Baekhyun.
Baekhyun yang melihat sang suami pulang, dengan semangat menghampirinya dan membawa tas kerja Chanyeol.
"Tumben sudah pulang, hari ini tidak lembur?" Baekhyun melihat sekilas jam di dinding kamar yang menunjukkan pukul 7 malam.
"Hey, seharusnya istriku ini senang melihat suaminya pulang lebih awal" Chanyeol memeluk pinggang Baekhyun. Mendekatkan wajah mereka. Melepas kerinduan yang selalu mendera diantara mereka.
"Aku sudah menyiapkan air hangat" Baekhyun melepas pelukan mereka dan berjalan mengambil handuk untuk sang suami. Chanyeol tersenyum kecil menerima handuknya. Kemudian berlalu ke kamar mandi di kamar mereka.
.
.
.
Setelah selesai mandi, Chanyeol memakai piamanya. Dilihatnya Baekhyun sedang berada di balkon menatap langit malam. Chanyeol menghamipiri istrinya lalu memeluk Baekhyun dari belakang, membuat Baekhyun sempat terkaget. Dengan cepat Baekhyun menghapus air mata yang sempat mengalir di pipi mulusnya.
"Sayang, kau menangis?" Chanyeol menatap Baekhyun khawatir
"A..anniyo, mataku hanya perih terkena angin malam" ucap Baekhyun gugup. Chanyeol masih ragu mendengar jawaban Baekhyun.
"Baekie, aku tau kau sedang berbohong, tertulis jelas dimatamu" Chanyeol membalikan tubuh Baekhyun, memegang kedua pipi Baekhyun hangat. Dengan tidak tahan menahan sesak dihatinya, air mata mengalir dari kedua mata indah milik Baekhyun.
"Mianhar Yeol..." lirih Baekhyun
"Waeyo? Ceritakan padaku sayang" Chanyeol membawa tubuh Baekhyun kepelukannya. Mengelus punggung ringkih itu, berusaha menenangkannya.
"Mianhae karena aku belum bisa memberimu baby" ujar Baekhyun masih terisak. Chanyeol tersenyum perih mendengarnya, tangan besarnya mengelus kepala Baekhyun lembut.
Hal inilah yang membuat Baekhyun terjaga setiap malam. Dia takut Chanyeol berpaling darinya, mengingat sudah hampir dua tahun mereka menikah. Ditambah dengan desakan sang ibu mertua yang selalu menyinggungnya.
"Anniyo, aku tidak terlalu memikirkan itu. Mungkin belum ada waktu yang tepat untuk Tuhan memberikannya. Kita hanya perlu berdoa dan berusaha. Percayalah sayang..." ucap Chanyeol lembut
"Mianhae Yeol... Jangan tinggalkan aku..." lirih Baekhyun terisak kecil. Dia mengingat ucapan nyonya Park tadi siang 'jika kau tak kunjung hamil, aku akan menyuruh Chanyeol untuk menikah lagi'
"Hey kau bicara apa sayang? tentu saja tidak. Berhenti menangis, lebih baik kita tidur, aku tau kau lelah" Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun seperti koala, dengan refleks Baekhyun melingkarkan kakinya disekitar pinggang Chanyeol, kedua tangannya memeluk leher Chanyeol dan membenamkan wajahnya disana. Chanyeol membawa mereka kedalam kamar dan mulai tertidur diatas tempat tidur dengan saling memeluk. Sampai Chanyeol melupakan makan malamnya.
.
.
.
Chanyeol baru saja pergi ke kantor, sebenarnya hari ini Chanyeol tidak akan bekerja mengingat sang istri yang terlihat tidak sehat. Saat bangun tidur tadi, Baekhyun terus muntah, wajahnya pucat dan tersirat kelelahan disana, membuat Chanyeol khawatir tentu saja. Tapi dengan lembut Baekhyun berkata.
"Gwenchana sayang, aku baik-baik saja, nanti aku akan pergi sendiri ke dokter untuk memeriksa keadaanku" Chanyeol hanya bisa mengangguk berusaha mempercayai istrinya.

Baekhyun sedang mencuci piring bekas sarapan tadi. Tiba-tiba nyonya Park berteriak memanggilnya dari arah ruang keluarga. Baekhyun dengan terburu mencuci tangannya yang dipenuhi busa dan menghampiri sang ibu mertua.
"Ada apa eomma?" tanya Baekhyun saat dirinya sudah berdiri dihadapan nyonya Park yang sedang terduduk manis di sofa.
"Buatkan aku kopi" ucap Nyonya Park. Baekhyun yang sudah mengerti segera melangkahkan kakinya menuju dapur kembali. Beberapa saat setelahnya, Baekhyun membawa secangkir kopi dan meletakannya dimeja ruang keluarga.
"Ini eomma kopinya" nyonya Park mulai memegang cangkir dan langsung meminum kopinya.

*BRUSS

"Apa kau mau membunuhku huh!?" bentak nyonya Park, setelah menyemburkan kopi panas yang Baekhyun buat
"Waeyo eomma?" tanya Baekhyun khawatir
"Kau tanya kenapa? Justru aku yang bertanya kenapa kopi ini panas? Kau mau membuat lidahku terbakar?" bentak nyonya Park menatap Baekhyun nyalang.
"Mianhae eomma, meminum kopi memang harus dengan air yang panas supaya perut eomma tidak sakit nantinya. Seharusnya eomma meniupnya terlebih dahulu sebelum meminumnya" ucap Baekhyun takut
"Jadi kau menyalahkanku begitu? Kurang ajar sekali. Coba kau rasakan sendiri" nyonya Park menyiramkan kopinya ke lengan Baekhyun.
"A..aww pa..panas eomma" lirih Baekhyun
"EOMMA!"
.
.
.
"Cckk seharusnya kau menghubungiku sedari tadi, kau membuang waktu berhargaku Kkamjong" umpat Chanyeol pada seseorang ditelepon. Ayolah dia baru setengah jalan hendak ke kantor, tapi sahabatnya sekaligus rekan bisnisnya justru mengganggunya dengan menyuruh Chanyeol membawa berkas untuk meeting besok, membuat Chanyeol harus berbalik arah kembali ke rumah.
"Maafkan aku Park, pagi ini aku bangun terlambat. Jadi aku terburu-buru pergi ke kantor dan baru sempat menghubungimu". Jelas Jongin, seseorang yang dipanggil Kkamjong oleh Chanyeol tadi.
"Cck kau memang selalu terlambat. Cepatlah menikah dengan Kyungsoo. Kau terlalu lama"
"Ya aku akan segera mengirimkan undangan padamu nanti"
"Cih terserah kau saja. Aku tutup teleponnya" Chanyeol mengakhiri sambungan telepon dan membelokkan mobilnya kembali ke rumah.

Chanyeol memasuki rumah dengan tergesa. Ya walaupun dia seorang presdir sekaligus pemilik perusahaan 'Park Corp' tetap saja dia tidak boleh terlambat. Sebagai pemimpin yang baik memang harus seperti itu bukan? Langkah Chanyeol berhenti dipintu yang menghubungkan antara ruang depan dengan ruang keluarga. Telinganya mendengar teriakan seperti bentakan. Itu suara eommanya. Karena penasaran Chanyeol sedikit mengintip dari pintu yang terbuka lebar. Dilihatnya sang eomma yang seperti sedang memarahi istrinya.

"Mianhae eomma, meminum kopi memang harus dengan air yang panas supaya perut eomma tidak sakit nantinya. Seharusnya eomma meniupnya terlebih dahulu sebelum meminumnya"
"Jadi kau menyalahkanku begitu? Kurang ajar sekali. Coba kau rasakan sendiri"
"A..aww pa..panas eomma" lirih Baekhyun
"EOMMA!" teriak Chanyeol penuh emosi. Dia langsung menghampiri Baekhyun yang sedang mengaduh panas sambil menangis. Sungguh membuat hati Chanyeol sakit melihatnya.
"Apa yang eomma lakukan? Kita perlu bicara nanti eomma" ucap Chanyeol menatap tajam eommanya. Sedangkan nyonya Park menatap terkejut anaknya. Chanyeol Kembali menatap Baekhyun yang menunduk takut. membawa Baekhyun ke dapur, membersihkan lengan merah Baekhyun diair yang mengalir dari keran di westapel. Baekhyun masih terisak, namun tangisannya sudah berhenti.

"Apa eomma selalu berbuat kasar padamu?" Chanyeol membuka obrolan diantara mereka. Mereka sedang berada di kamar. Saling duduk berhadapan disisi ranjang. Dengan Chanyeol yang menatap Baekhyun tajam namun tersirat kesedihan disana. Dan Baekhyun yang hanya menunduk sambil memainkan perban ditangannya.
"Apa memar disikumu juga karena perbuatan eomma?" tanya Chanyeol lagi. Sukses membuat Baekhyun mengangkat wajahnya mematap Chanyeol
'Bagaimana kau tau?' batin Baekhyun
Seolah mengerti, Chanyeol menjawab
"Aku melihatnya saat kau tertidur semalam. Kau meringis sakit ketika pelukanku mengenai sikumu. Baek, ceritakan padaku apa yang tidak aku ketahui" ujar Chanyeol lirih, menggenggam lembut tangan Baekhyun. Namun Baekhyun dengan cepat menggelengkan kepalanya
"Tidak ada apa-apa Yeol, aku yang salah, jadi wajar jika eomma marah..." lirih Baekhyun
"Tapi itu sudah keterlaluan Baek!" tanpa sadar Chanyeol membentak Baekhyun. Baekhyun yang pertama kalinya dibentak Chanyeol justru menangis.
"Maafkan aku... Hiks.."
"Berhenti meminta maaf dan jelaskan semuanya" ucap Chanyeol datar. Dengan takut akhirnya Baekhyun menatap Chanyeol
"Eomma tidak menyukaiku hiks.. eomma bilang aku tidak pantas menjadi istrimu hiks.. karena aku tidak sepadan denganmu Yeol.. Aku hanya seorang anak panti asuhan yang tidak jelas siapa orang tuanya hiks.. Aku tidak pantas disandingkan dengan seorang Park Chanyeol yang sempurna hiks.." air mata Baekhyun mengalir deras. Tidak tahan mendengar ucapan sang istri. Chanyeol memeluk Baekhyun erat. Jemari lentik Baekhyun mencengkeram kemeja punggung Chanyeol untuk menahan tangisannya.
"Eomma bilang akan menyuruhmu menikahi yeoja lain jika aku tak kunjung hamil. Yeol... Jangan tinggalkan aku. Aku tidak memiliki siapapun selain dirimu" Baekhyun masih terisak, membuat kemeja Chanyeol basah oleh air matanya.
"Ssttt... Berhenti bicara sayang, aku tidak akan meninggalkanmu, kau akan tetap menjadi istriku selamanya, tidak peduli dengan kau hamil atau tidak. Aku akan tetap bersamamu" bisik Chanyeol menenangkan sang istri. Dia tidak menyangka jika selama ini istri mungilnya menanggung beban yang begitu berat. Chanyeol merasa gagal menjadi suami yang baik untuk Baekhyun.
"Kenapa kau tidak menceritakan ini padaku hhm"
"Aku tidak mau kau bertengkar dengan eomma. Aku mohon jangan marah pada eomma"
"Kau memang istri berhati malaikat Baek. aku tidak akan marah pada eomma. Tapi setelah ini kita akan tinggal di apartemen" Baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap Chanyeol
"Dan meninggalkan eomma sendirian?" tanya Baekhyun masih terisak kecil. Chanyeol mengangguk.
"Andwae! Kasihan eomma" ucap Baekhyun. Sedangkan Chanyeol berdiri dan mulai mengemasi pakaian mereka. Baekhyun sempat protes. Namun pada akhirnya menurut.
.
.
.
"Kau mau pergi kemana sayang?" tanya nyonya Park panik saat melihat anaknya beserta menantunya menuruni tangga dengan membawa koper besar
"Kami akan tinggal di apartemen" ucap Chanyeol tanpa menatap eommanya. Sedangkan Baekhyun hanya menunduk takut disebelah Chanyeol.
"Dan meninggalkan eomma sendiri di rumah sebesar ini? Chanyeol eomma mohon jangan seperti ini. Eomma bisa jelaskan semuanya" mohon nyonya Park
"Tidak ada yang perlu dijelaskan. Aku tidak menyangka mempunyai eomma yang jahat. Aku tidak tau apa yang mengubah eomma menjadi seperti ini"
"Eomma hanya ingin kau menjalani hidup bersama wanita yang tepat"
"Dan Baekhyun adalah wanita yang eomma maksud" ucap Chanyeol. Nyonya Park menatap Baekhyun yang masih setia menunduk, lalu menghampirinya. Membuat gerakan tangan seperti akan memeluk.

*BRAKK

Nyonya Park mendorong tubuh Baekhyun hingga tersungkur keras dilantai
"Apa yang eomma lakukan?" teriak Chanyeol, dengan segera menghampiri Baekhyun.
"Ssshh ssakit Yeol" Baekhyun menggigit bibirnya menahan tangis
"Pperutku sakit..." Baekhyun mencengkeram perutnya erat. Chanyeol menatap sesuatu yang mengalir di sekitar paha Baekhyun. Dan membelakkan matanya kaget.
"Kau berdarah Baek. Ayo kita ke rumah sakit" dengan tergesa Chanyeol kengangkat tubuh Baekhyun. Meninggalkan sang eomma yang masih mematung diam.
.
.
.
"Bagaimana keadaan istri saya uisa?" tanya Chanyeol saat seorang dokter keluar dari pintu ruangan Baekhyun
"Istri anda mengalami pendarahan hebat tuan. dan beliau mengalami keguguran. Saya harap anda bisa menerimanya" jelas sang dokter.
"Jadi istri saya sedang hamil?" tanya Chanyeol tidak percaya. Dokter itupun mengangguk
"Ya, usianya baru menginjak 3 minggu"
"Terima kasih uisa"
"Ya, saya pergi dulu" Chanyeol menangguk. Memasuki kamar perawatan Baekhyun. Dia tidak tau apa yang akan dikatakannya nanti pada Baekhyun. Dilihatnya Baekhyun yang sedang tertidur lelap disana. Chanyeol mendudukan dirinya dikursi samping tempat tidur. Tangannya menggenggam erat tagan Baekhyun
"Maafkan aku sayang, aku tidak bisa menjagamu dengan baik, maafkan aku..." lirih Chanyol. Air mata mengalir tanpa isakan. Merasa terganggu, Baekhyun membuka matanya dilihatnya Chanyeol yang sedang menangis dalam diam
"Yeol..." lirih Baekhyun lemah
"Kau sudah bangun sayang? Apa ada yang sakit?" tanya Chanyeol panik. Baekhyun menggeleng pelan
"Kenapa kau menangis?" Chanyeol menggeleng
"Kita awali semuanya lagi. Berjanji untuk tidak saling menutupi sesuatu apapun. Katakan padaku apa yang sedang kau rasakan Baek. Jangan memendamnya sendiri. Kau membuatku seperti suami yang tidak berguna" ucap Chanyeol mencium punggung tangan  Baekhyun. Baekhyun sempat bingung namun akhirnya mengangguk.
"Kau mengalami keguguran sayang" ucap Chanyeol. Baekhyun tersentak kaget
"Keguguran?" tanya Baekhyun tidak percaya.
"Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu Baek. Andai saja waktu itu eomma tid..."
"Sstt semunya bukan salahmu. Ini semua sudah rencana Tuhan. Jangan menangis" Baekhyun menghapus aliran sungai kecil dipipi Chanyeol. Namun dirinya justru menangis. Mereka saling berpelukan dan menangis.

Kebahagiaan yang seharusnya sempat datang diantara mereka justru hilang begitu saja. Namun mereka percaya bahwa suatu saat nanti mereka juga akan merasakan kebahagiaan. Ya kebahagiaan yang seutuhnya.



END



CHANBAEK

Rabu, 05 November 2014

Kris Birthday from me :)


Saengil chukkae hamnida Kris gege J entahlah sekarang nama Kris masih dipakai atau tidak, atau aku panggil Yi Fan Gege saja? Hehe baiklah, Happy Birthday Wu YiFan Gege J aku selalu do’ain yang terbaik buat Gege, semoga panjang umur, sehat selalu, diberikan kesuksesan disetiap langkahmu, aku selalu sayang oppa sampai sekarang walaupun oppa engga sama EXO lagi :’) tapi ketahuilah, aku akan selalu mendukungmu Yi Fan Gege J tapi 1 pesanku oppa, jangan pernah lupakan kami (EXO-L) :’)
Hope You All The Best
LOVE YOU WU YIFAN {}
Naega Neomu Saranghae :*
Wo Ai Nie :*
#HappyBirthdayKris
#HappyWuYiFanDay








Rabu, 24 September 2014

Dipakai Sehun EXO, Sandal Jepit Kini Dihargai Rp 200 Ribu




 beberapa kali terlihat memakai sandal jepit sejak pulang dari Jakarta. Saat berangkat ke Thailand untuk konser "The Lost Planet" minggu lalu, pemilik nama asli Oh Se-hun itu juga kembali mengenakan sandal jepit yang sama. Kegemaran personil  ini mengenakan sandal jepit tersebut ternyata dimanfaatkan oleh beberapa pihak. 

Beberapa pihak kini menjual sandal jepit khas Indonesia tersebut secara online dengan harga fantastis, yakni USD 20 (Rp 239 ribu). "Open PO Sehun's swallow sandal only $ 20. Ship Overseas. Grab it Fast (Buka pemesanan sandal swallow Sehun USD 20. Pemesanan luar negeri. Cepat dapatkan ini)," tulis salah satu gambar penjualan sandal jepit Sehun itu di Twitter. 

Tingginya harga sandal jepit tersebut tentu saja membuat masyarakat dan EXO-L, sebutan fans EXO, Indonesia heran sekaligus merasa lucu. Pasalnya, harga sandal tersebut tidaklah semahal itu. 

"Gegara Sehun sandal swallow harganya jadi Rp 200 ribu. Biasanya juga Rp 10 ribuan," komentar pemilik akun lulump22. "Begitu beruntungnya kamu, sandal jepit. Udah dipakai Sehun, dijual mahal pula sekarang," canda EXO-L lainnya. "Sandal jepit swallow keliling Asia berkat Sehun," sahut fans yang lain.


Hahahaha lucu banget, mungkin sehun males pake sepatu, makanya pake sendal jepit :v

Senin, 07 Juli 2014

My Story About EXO


Hay Chingudeul, berhubung hari ini lagi libur sekolah, aku mau berbagi sedikit cerita mengenai aku tentang EXO. Awal mula aku suka sama EXO? Apa yang bikin aku suka sama EXO? Seberapa pentingnya EXO buat aku? Oke ini emang gak penting buat kalian pengunjung blog ku, disini aku cuma mau berbagi cerita, sekalian curhat maksudnya :D


>Awal suka sama EXO

Sebenernya aku gak inget secara detail kapan pertama kali aku suka sama EXO, tapi seingatku pas libur semester 1 tepatnya bulan Desember 2013, tapi kalau tau EXO udah lama, sejak dilirisnya single “MAMA”. Sebelumnya aku adalah seorang ELF fans dari ‘Sunbae’nya EXO, yapp! Super Junior, tapi walaupun sekarang aku suka EXO bukan berarti aku lupain Super Junior ya.. tetep sampai sekarang aku ELF ko’ tepatnya ‘Sparkyu’ fansnya si evil maknae tua Cho Kyuhyun, uppss :D dengan kata lain aku ini ‘multi fandom’. Pas awal suka sama EXO itu kepaksa, ga kaya suka sama Super Junior, kalo suka SuJu itu gak niat mau suka, pas lihat udah langsung suka aja. Awalnya gini...

Temen: Anggun kenapa sih suka sama SuJu? SuJu kan udah pada tua, bentar lagi kawin, punya anak, gimana hayo...?
Aku: Ya Anggun juga gak tau, suka aja gitu, apa lagi kalo udah liat mereka, bawaannya pengen teriak sambil loncat-loncat gitu, hehe :D
Temen:  Kenapa gak suka sama Shinee aja mereka kan lebih muda.
Aku: ada yang lebih muda, EXO.
Temen: Ah iya, EXO tuh.

Awalnya ga mikirin perkataan temenku itu, tapi lama kelamaan aku mikirin juga, bener juga sih kata temen aku itu, SuJu kan udah pada gak muda lagi, nanti mereka pasti bakalan berkeluarga, apa mungkin masih bergabung sebagai boyband Super Junior? aku harap sih iya. Nanti kalau udah gak ada Super Junior yang bikin aku semangat siapa? Itulah yang aku pikirin waktu itu. Sampai akhirnya aku buka laptop lihat video ‘Press Conference Smtown World Tour III In Jakarta’ yang setau aku ada member EXO nya kan, aku sih waktu itu niatnya cuma mau lihat Leeteuk Oppa, aku udah beberapa kali lihat video ini, tapi akhirnya mata aku nyantol lihat si Kris, sumpah demi apapun Kris disitu ganteng banget, udah gitu ngomongnya pake bahasa inggris, kesannya jadi lebih keren gitu. Badannya tinggi, walalupun mukanya cuek, tapi pas lihat Kris senyum, gila ganteng banget, histeris deh pas lihat Kris disitu. Tapi pas itu aku gak tau kalo nama dia itu Kris, abisnya ngomongnya itu ga jelas.
Akhirnya aku searching tentang EXO di google, awalnya aku baca biografi, terus biodata, pas aku lihat foto-foto membernya, aku bingung mana yang ada di video itu ya ‘Kris’, kenapa mukanya sama semua, sumpah aku pusing ngebedain mukanya pas itu. Akhirnya lama kelamaan tau dan hafal muka mereka satu persatu. Aku mulai baca fakta-faktanya,ternyata menarik dan lucu. Coba kita lihat Tao, yang aku kira sebelumnya orangnya serem, karena emang mukanya serem, malah aku sempet takut ngelihat matanya, tapi ternyata sebenernya orangnya manja, cengeng, polos dan ya ke ‘yeoja-yeoja’an lah ya, tapi aku tau, Tao kalau udah megang tongkat wushunya kaya gimana.
Akhirnya setelah aku baca artikel-artikel tentang EXO, hati aku yang awalnya nge bias in Kris, jadi nge bias in Sehun, oh demi apapun Sehun tuh imut banget, tapi juga keliatan manly dalam waktu bersamaan. Sempet ngebias in yang lain juga sih kaya Baekhyun, Luhan, sama Kai. Tapi sampai sekarang hati aku tetep buat Sehun seorang. *ciee ciee :D


> Apa yang bikin aku suka sama EXO?

Tentu saja karena mereka ganteng,multitalenta, masih muda, keren, menarik, lucu, apalagi pas lihat EXO ShowTime, tau karakter sebenernya EXO di luar panggung, jadi makin suka. Kris yang keliatannya mukanya cuek, sombong, dingin gitu ya, ternyata punya sikap yang hangat, dan lucu juga. Baekhyun yang suka ngelawak dan ngebully Tao. Tao yang cuma bisa pasrah aja kalo udah di bully sama member lain dan polos. Luhan yang selalu ngotot bilang kalo dia itu manly, padahal dia itu cantik, justru menurut aku dengan Luhan ngomong kalo dia manly, malah nambah kesannya dia itu ga manly, sampe aku perhatiin dia selalu jaga image nya di depan kamera supaya keliatan manly, mulai dari posisi duduk, gak kaya sehun mau duduknya gaya kaki saling menumpang dari kanan ke kiri, kaya ‘yeoja’, tetep aja keliatannya manly. Lay yang ternyata orangnya LoLa, aku perhatiin Lay emang LoLa ya, kalo ketawa juga selalu ketinggalan, kalo member lain lagi ketawa terbahak-bahak, dia cuma nyengir, tapi giliran member lain cuma ketawa dikit, dia ketawa keras, kan aneh gitu ya. Oke dan karakter member lainnya kalian tau sendiri kan ya, ga perlu aku ceritain.


>Seberapa pentingnya EXO buat aku?

EXO sangat penting buat aku, bahkan sekarang aku bukan cuma suka tapi juga sayang, atau mungkin cinta. Ya, aku sadar kalo aku cinta sama mereka saat Kris mutusin keluar dari EXO, aku nangis, aku terus nangis, hati aku sakit, aku gak mau mereka ngalamin hal sama kaya ‘sunbae’ mereka SuJu, cukup Hangeng yang keluar, jangan Kris. Waktu itu rasanya hati aku sakit banget, aku pengen nangis yang kenceng, tapi aku takut diomelin ‘eomma’, kan ga lucu pas ditanya alesan kenapa aku nangis, ‘eomma’ juga pasti ga peduli. Dan yang kedua pas Baekhyun pacaran sama Taeyeon, sebelumnya aku ga benci sama SNSD, biasa aja gitu, tapi semenjak itu aku ga suka sama SNSD, aku maki Taeyeon, aku kecewa sama Baekhyun, kenapa dia kaya gitu sama fansnya, seharusnya dia jangan dulu pacaran, diakan masih muda, dia baru jadi artis 2 tahun, seharusnya mikirin karirnya dulu, kalaupun mau pacaran jangan diumbar-umbar, seakan-akan ingin memberitahu ke semua orang, kamu itu artis Baek, inget yang sayang sama kamu itu banyak, tapi kenapa kamu malah bikin kami kecewa. Rasanya pengen teriak sekeras-kerasnya, hati aku sakit banget, sakit kaya abis putus sama pacar tau ngga.

Kejadian itu terjadi dalam waktu bersamaan, kasus Kris belum selesai, Baekhyun malah bikin masalah lagi. Sumpah era OVERDOSE ini adalah era yang paling menantang  sekaligus ujian buat EXO dan EXOfans. Kejadian Kris terjadi pas aku mau ujian semester, aku ga bisa konsentrasi belajar, pikiran aku selalu ke Kris, hal yang aku lakuin waktu itu adalah gak buka media sosila kaya internet or facebook or twitter, karena aku ga mau denger berita yang bikin pikiran aku tambah penuh. Dan hasilnya posisi rangking kelasku turun 1 posisi, yang tadinya 4 jadi 5, itu pun aku udah bersyukur karena hanya turun sedikit, Allah masih kasihan sama aku, oh thanks GOD J

EXO itu penting buat aku karena setiap aku lagi sedih or jenuh, dengan ngelihat muka mereka di depan laptopku aja udah bikin aku seneng banget. Pernah waktu itu aku putus sama pacara ku,oke ini aku bakalan curhat sedikit, dia minta putus tanpa alasan yang jelas, padahal hubungan kami lagi baik-baik aja, dia minta putusnya lewat sms, dia minta maaf, aku waktu itu cuma bisa diem, waktu itu aku lagi makan mie, sampe aku gak mood lagi buat makan. Dari sekian mantan aku cuma mantan yang ini yang bener-bener bikin aku kecewa, ini mantan terakhirku, karena sampai sekarang aku enggan buat ngejalin hubungan pacaran lagi, karena pas pacaran sama mantan aku yang terakhir ini, aku berusaha jadi apa yang dia mau. Pas sama mantan-mantan aku sebelumnya, aku ga pernah mau dipegang tangan, ga pernah saling tatapan mata lebih dari 2 detik, kalaupun lagi ngobrol aku cuma bisa nunduk, buang muka, paling cowoknya yang selalu liatin aku. Aku emang orangnya kaya gitu, jantung aku selalu deg-degan kalo deket sama cowok yang aku suka, salting, pokoknya bikin salah tingkah, makanya aku sering ngehindar. Tapi aku sadar dengan sikap aku yang kaya gitu, bikin cowok bosen sama aku, dan akhirnya hubungan kami ga bertahan lama. Dan pas pacaran sama mantan terakhir aku ini, aku berusaha ngelawan rasa salting, deg-degan, salah tingkah, selalu nurutin apa yang dia mau, bukan berarti hal yang negatif ya, aku nurutin yang positif aja, aku kan cewek baik-baik. Pokoknya selama pacaran aku ga jadi diri aku sendiri, aku berusaha ga bikin dia marah, kecewa, tapi hasilnya aku ga berhasil, dia pergi, menggores jutaan luka dihati aku. Sampai kalau lihat mukanya rasa benci dan rindu datang bersamaan, dan parahnya kami ketemu setiap hari karena kami sekelas.
Aku tau, aku gak cantik, tapi aku ini cewek baik-baik, punya hati, yang bisa sakit kalo disakiti, aku cuma bisa nangis, nangis, dan nangis, itu lah perempuan, walalupun aku keliatan kuat diluar, taukah kamu? Sesungguhnya batin aku ini menangis, untuk tersenyum aja rasanya susah sekali. Untuk itu mulai sekarang aku akan benar-benar pilih cowok yang baik dan tulus, yang mencintaiku apa adanya, tapi susah banget nyari cowok yang kaya gitu. Dan cuma sahabat-sahabat aku yang bisa ngehibur aku, thanks guys I miss you so much J

Dan dengan semua luka dan rasa sedih aku, solusinya cuma satu, buka laptop lihat EXO ketawa, udah bikin aku tenang dan ikut ketawa, lupain sejenak, rasa sakit dihati aku. Entah kenapa, wajah mereka itu udah kaya candu buat aku, aku ga bisa, ga liat mereka 1 hari aja, rasanya ada yang kurang dalam hidup aku.
Ya itu lah EXO dalam hidupku, semangatku, inspirasiku, dan idolaku J

Oke akhirnya selesai juga, hehe endingnya sad ya? Tadinya aku gak niat bawa-bawa tentang pribadi aku, tapi kepancing sih, ya udahlah ya, jadinya flashback-flashback juga :D

Rabu, 02 Juli 2014

(FF) Love Story Bespectacled Girl


Love Story Bespectacled Girl

#Part 1


Author: Oh Err Lu
Lengh: Chapter
Genre: Romance, Angst (little), School life
Main cast: Luhan (yeoja), Sehun (namja)
Other cast: akan bertambah seiring berjalannya cerita

Summary:

"Seorang gadis lugu dan miskin yang menjalin hubungan cinta yang rumit dengan seorang pria dingin, tampan dan kaya" *summary macam apa ini -_-






#Author POV#

Pagi yang cerah di sebuah rumah kecil sederhana, terlihat seorang gadis yang tengah menikmati sarapannya dengan sepotong roti meses dan segelas susu coklat. Xi Luhan, nama gadis yang tengah menikmati sarapannya. Gadis cantik, manis, dengan kacamata yang bertengger di wajahnya membuat kesan gadis itu terlihat lugu.

“Eomma, Lulu berangkat sekolah dulu ne” Luhan

“Ne, tapi habiskan dulu susu coklatnya” Mrs. Xi

“Sudah eomma” Luhan

“Hati-hati dijalan” Mrs. Xi

“Ne eomma  ^_^” Luhan

Luhan hanya tinggal bersama eomma nya, appa nya sudah meninggal sejak Luhan berusia 10 tahun. Eomma nya hanya seorang pedagang kue, sungguh kehidupan yang sangat sederhana, tapi Luhan tetap menjalaninya dengan sangat gembira. Dari mana Luhan mendapat biaya untuk bersekolah? Untunglah Luhan gadis yang pintar bahkan cerdas, memiliki IQ 200, maka tidak heran jika Luhan mendapat beasiswa untuk bersekolah. Hobbinya membaca buku. Luhan sangat menyukai susu coklat, bahkan segala jenis makanan yang mengandung coklat, tapi walaupun memakan coklat, yang katanya dapat menyebabkan volume tubuh menjadi bertambah, tidak dengan Luhan. Mungkin Luhan memang sudah ditakdirkan memiliki tubuh yang kecil walaupun memakan coklat sebegitu banyak.


“Aishh, kenapa sedari tadi busnya selalu penuh, aku bisa terlambat kesekolah” Gerutu Luhan sambil menghentak-hentakkan kakinya.  Luhan sekarang tengah berdiri di halte bus menunggu bus datang tapi sudah 15 menit Luhan berdiri disana, namun bus yang lewat selalu saja penuh. Tapi pada akhirnya Luhan mendapat bus walaupun dapat diyakinkan jika Luhan pasti akan terlambat.



#Disekolah

“Pak Kim maafkan lulu, hari ini bus sangat penuh dan lulu harus menunggu lama, jadi jangan salahkan lulu kalau lulu terlambat, salahkan bus itu” ucap Luhan sambil beraegyo kepada satpam penjaga sekolah.

“Tidak bisa nona, sesuai peraturan sekolah jika ada siswa sekolah ini yang terlambat maka dia tidak boleh masuk ke sekolah!” ucap satpam yang bernama Kim itu

“Tapikan Lulu hanya terlambat 5 menit” ucap Luhan memelas

“Tidak bisa!” tegas Pak Kim

“Biarkan gadis itu masuk Pak Kim!” ucap seseorang tiba-tiba yang diyakini suara seorang namja

“Ah Tuan muda Sehun, tapi Tuan, gadis ini terlambat” ucap Pak Kim dengan sopan

“Biarkan dia masuk, memangnya Pak Kim tidak ingin muntah melihat wajahnya yang beraegyo seperti itu, menjijikan!” Ucap namja  yang bernama Sehun tadi dengan dinginnya, sambil menatap Luhan

‘Aishh siapa namja ini? kenapa pak Kim seperti takut padanya? wajahnya tampan tapi sikapnya seperti tidak punya otak’ Gerutu Luhan dalam hati

“Ah baiklah Tuan” ucap Pak Kim lalu membukakan gerbang untuk Luhan

“Terima kasih Pak Kim” ucap Luhan sambil membungkukan badannya

“Dan terima kasih juga untukmu” ucap Luhan kepada Sehun, namun namja itu malah pergi tak menghiraukan ucapan Luhan.


#Dikelas


“Hey Lu, tumben sekali kau terlambat, ada apa heum?” ucap seorang yeoja imut yang duduk disebelah Luhan

“Hari ini bus sangat penuh Baekie, oh iya apa Park sonsaengnim belum datang?” tanya Luhan sambil celingak-celinguk (?)

“Tadi sudah masuk, hanya saja tadi Park Sonsaenim ada keperluan mendadak jadi kita hanya diberi tugas” jelas Baekhyun, nama yeoja yang duduk dengan Luhan

“Hhmm lalu Kyung Soo mana?” tanya Luhan

“Kyung Soo sakit, mungkin karena kemarin saat pulang sekolah kehujanan” jelas Baekhyun

“Loh bukannya yang tak tahan dingin itu kamu Baekie, kenapa kamu baik-baik saja? dan malah Kyung Soo yang sakit? kamu meninggalkannya?” tanya Luhan

“Hey hey jaga bicaramu itu Xi Luhan, tidak mungkin aku sengaja meninggalkannya, kemarin Kyung Soo ada keperluan sepulang sekolah, dan aku disuruhnya untuk pulang duluan, dan ketika itu langit masih mendung belum hujan. Dan apa sakitmu sudah sembuh? Aigoo.. kenapa semua sahabatku sakit? Apa nanti aku juga akan sakit?” jelas Baekhyun sedikit lebay tentu saja

“Hehe mian Baekie, Hey kau tidak boleh sakit, nanti kalau kau sakit siapa yang akan membuat kami tertawa terbahak-bahak” ucap Luhan lalu memeluk Baekhyun.



#Jam istirahat

Luhan dan Baekhyun sedang berada dikantin untuk sekedar mengisi perut mereka yang kosong setelah mendapat pelajaran dikelas.

“Baekie, kau mau pesan apa? Biar aku yang pesankan” ujar Luhan

“Samakan saja denganmu lu” ucap Baekhyun

“Baiklah 2 ramyun dan 2 bubble tea” balas Luhan sembari berjalan untuk memesan


Brakk!!!


Ah!


YAKK!!


Suara teriakan itu membuat semua pengunjung kantin terdiam dan melihat ke arah kegaduhan tersebut.

“YAAKKK! Apa yang kau lakukan? Apa kau tak punya mata, huh?” bentak seorang namja dengan berteriakan sangat keras membuat seorang yeoja dihadapannya menunduk dalam

“Mianhae, jeongmal mianhae... aku tak sengaja” ucap seorang yeoja yang terus membungkukan badannya bermaksud meminta maaf

“Yaakk! Kau lagi? Bukankah kau yeoja yang tadi pagi?” ucap Sehun

Ya, nama namja yang tengah berteriak itu adalah Sehun, dan yeoja yang tengah diteriakinya adalah Luhan. Luhan tak sengaja menumpahkan bubble tea nya ketika berbalik hendak menuju meja yang nantinya akan didudukinya untuk makan bersama Baekhyun. Namun sesuatu yang tidak diharapkan terjadi.

“Kau? Maafkan aku, aku benar-benar tak sengaja, sini biar aku bersihkan” ucap Luhan sambil mengelap 
seragam sekolah Sehun dengan tangannya

“Bodoh! Apa dengan kau mengelapnya seperti itu seragamku akan kembali seperti semula?” bentak Sehun lagi sambil menyingkirkan tangan Luhan dari seragamnya

“mianhae...” ucap luhan lirih lalu menunduk

“dasar yeoja bodoh!” decih Sehun namun dengan nada terdengar meremehkan Luhan

“bodoh? kau yang bodoh!” teriak Luhan

“Aku sudah meminta maaf, dan aku tidak sengaja melakukannya. Dan siapa kau? Baru bertemu dua kali sudah seenaknya mengataiku seperti itu, tadi pagi kau mengataiku yeoja menjijikan, berteriak dan tadi kau memanggilku bodoh, memangnya kau ini siapa huh?” Lanjut Luhan sedikit berteriak

“Cih, aku Oh Sehun, cucu dari pemilik EXO High School ini” ucap Sehun santai sambil berlalu meninggalkan Luhan yang masih mematung.

 Akhirnya dengan emosi dan rasa terkejut yang Luhan rasakan, Luhanpun  menghampiri Baekhyun yang sedang memasang tampang cengo, dan semua pengunjung kantik masih melihat Luhan tak percaya.

“Apa yang kalian lihat?” tanya Luhan geram pada pengunjung kantin,mendengar teriakan Luhan semua pengunjung kantin kembali ke kegiatan masing-masing.

“Luhan kau daebak!” ucap Baekhyun dengan tampang cengonya

“Daebak apanya Baek?” tanya Luhan heran

“Kau tahu? Kau baru saja membentak Oh Sehun, cucu pemilik sekolah ini” ucap Baekhyun

“Kau tahu dia Baek? “ tanya luhan kembali

“Tentu, dua hari lalu saat kau tak masuk sekolah, dia masuk sekolah ini, dia anak kelas 3, dia senior kita, dulu waktu kelas 1 dia sempat sekolah disini, namun ketika kelas 2 dia pindah ke Canada dan sekarang kembali lagi ke Korea dan bersekolah disini lagi” jelas Baekhyun

“Oh, kau tahu dari mana Baek?” tanya Luhan lagi

“Chanyeol yang mengatakannya padaku, Sehun itu sahabatnya Chanyeol dan Kai, dan kau tahu?” tanya Baekhyun

“Apa?” balas Luhan

“Kau dalam bahaya Xi Luhan, kau baru saja mencari gara-gara dengan seorang Oh Sehun, bagaimana kalau dia melakukan sesuatu padamu Lu...” lirih Baekhyun

“Hhhmm aku juga tak tahu Baek, aku tak sengaja tadi membentaknya, aku hanya emosi saja dengannya, seharusnya aku berterima kasih padanya karena berkatnya aku dapat masuk ke sekolah karena tadi aku terlambat, tapi dia juga sempat mengataiku  ‘yeoja menjijikan’ saat aku memelas meminta pak Kim untuk membukakan gerbangnya” Lirih Luhan, Baekhyunpun hanya diam sambil mengelus punggung Luhan, karena dia tak tahu harus berbuat apa selain menenangkan Luhan.



>>> 


Tak terasa hari sudah gelap, Luhan mengecek arloji ditangan kirinya “sudah jam 9 malam, huh! hari ini cafe sangat ramai” ucap luhan sambil berjalan kaki menuju rumahnya. Luhan memang bekerja part time untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya , untuk meringankan sedikit pekerjaan eommanya dengan bekerja sebagai pelayan disalah satu caffe.

“Eomma, Lulu pulang” ucap Luhan sedikit berteriak

“Lulu sudah pulang? Aigoo... kenapa malam sekali pulangnya sayang” tanya eomma Luhan

“Mian eomma, hari ini caffe sangat ramai” ucap Luhan sambil membuka sepatu dan meletakannya di rak

“Oh, Lulu sudah makan?” tanya eomma Luhan lagi

“Sudah eomma, tadi Lulu makan bersama Xiumin” balas Luhan

“Ya sudah sekarang Lulu mandi lalu tidur, sementara eomma akan buatkan segelas susu coklat” ucap eomma Luhan

“Ne, gomawo eomma” balas Luhan



>>> 



#Sehun POV#


“Hay Kau!”

“Hay kau, namja rambut pirang hitam!”

“Hay namja albino!”

Mendengar kata itu aku langsung menengok, aku memang sudah tahu orang itu tepatnya yeoja itu memanggilku, sejak dia memanggilku dengan rambut pirang hitam. Tapi panggilan terakhirnya itu sungguh membuatku geram

“Anyyeonghaseo” panggil yeoja itu sambil tersenyum manis, aku hanya menatapnya datar, aku akui memang senyumnya sangat manis sekali dan setelah dilihat-lihat wajahnyapun cantik, eh apa-apaan aku ini, ya dia adalah yeoja yang mencari gara-gara denganku kemarin.

“Hay maaf aku memanggilmu seperti itu, hhhmm Oh Sehun” ucapnya sambil melihat nametag di seragam sekolahku. Tapi aku hanya diam tidak berniat untuk membalas ucapannya

“Mianhae soal kemarin, aku benar-benar menyesal sudah memarahimu, padahal kau sudah baik padaku, maafkan aku ne, dan terima kasih”. Ucapnya sambil membungkukkan badan

Aku hanya diam, kemudian berlalu pergi, sebenarnya aku namja yang tak banyak bicara, hanya saja kemarin suasana hatiku sedang tidak baik,karena hyungku yang menyebalkan itu, sehingga aku membentak yeoja itu kemarin, tapi tak ada rasa menyesal dalam hatiku karena sudah membentaknya, karena memang dia juga salah. Oh ya aku tadi sempat melirik nametagnya ternyata namanya Xi Luhan.



#Luhan POV#


Apa-apaan namja itu, kenapa diam dan berlalu pergi seenaknya, apa dia sedang sakit gigi atau sedang hemat suara? Kemarin saja berteriak-teriak, cckk dasaR. Ah lebih baik aku ke kelas saja, terserah dia mau memaafkan atau tidak, yang pasti aku sudah meminta maaf padanya


#SKIPTIME


Ahh  sudah malam aku harus segera pulang, eomma pasti meghawatirkanku, aku melihat arloji  ditanganku sudah menunjukan waktu hampir jam 10 malam, huh caffe hari ini memang tidak terlalu ramai seperti kemarin, tapi karena tadi caffe dipakai untuk acara pesta ulang tahun salah satu pelanggan


“Sreek”


“Grep”


Ah siapa yang memelukku dari belakang ini? Sungguh aku sangat takut sekarang

“Hay cantik, mau pulang huh?” ucap seorang  namja yang tengah memelukku, dan dengan sekali hentakan aku melepaskan pelukkannya hingga namja itu terjatuh, sepertinya namja ini sedang mabuk

“Tolooong” ucapku lalu berlari, namun namja itu menarik kakiku hingga aku tersungkur

“Mau kemana cantik? Ayo kita bersenang senang” ucap namja itu terus mendekat, sedanngkan aku terus memundurkan tubuhku, namun semakin aku mundur, justru namja itu semakin mendekat, dan sungguh aku sangat takut

“Toloong, hiks, hiks” aku hanya bisa menangis, sungguh aku benar-benar takut

“Kenapa menangis hhm?” ucap namja itu sambil menarik lengan bajuku hingga robek

“Hiks, hiks, jangan, toloong” lirihku, sungguh aku sangat takut, dan aku hanya bisa menangis dan menutup mataku rapat.



“Bugh!"

.
.
.
.
.
.
Next??

Maaf gaje or apapun itu, maklum aja ini author abal-abal :D
Kira-kira itu siapa yang yang dipukul dan siapa yang mukul?
Oke tunggu part selanjutnya aja, mungkin agak lama, soalnya ga niat bikin FF nih, iseng-iseng aja. :D

Heechul SuJu Komentari Soal Tae Yeon SNSD dan Baekhyun EXO


Setiap kali muncul permasalahan menimpa artis SM Entertainment, komentar Kim Heechul Super Junior selalu dinanti-nanti di acara "Ssul Jeon". Heechul memang dikenal sebagai artis Korea yang cukup blak-blakan dan berani menyuarakan pendapatnya. Tak terkecuali saat hubungan kabar hubungan asmara Tae Yeon, Girls' Generation dan Baekhyun EXO muncul ke publik.

Heechul pun angkat bicara soal hubungan keduanya. Menurut Heechul ia bisa memahami mengapa banyak fans yang marah saat berita ini terkuak. Heechul berpendapat mungkin fans merasa marah karena sejak awal Tae Yeon dan Baekhyun memang seakan memberikan petunjuk bahwa mereka berkencan.

"Sejujurnya mungkin yang paling membuat fans marah dalam hal ini adalah mereka (Tae Yeon dan Baekhyun) seakan ingin ketahuan dengan menggunakan media sosial seperti SNS," ujar Heechul. "Entah benar atau salah, mereka seolah memberikan kode-kode tentang hubungan asmaranya. Jadi fans menyikapi masalah ini tidak dengan senang hati."

"Inilah yang selalu aku katakan, kita pasti ingin berkencan. Bagaimana mungkin orang yang sama-sama cantik dan tampan tidak saling suka?" tambahnya. Namun, bintang "We Got Married" versi global itu berpendapat meski berkencan seorang idol harusnya tak meninggalkan jejak di publik. Yang terpenting menurutnya adalah saling menyayangi satu sama lain tanpa harus memakai benda-benda couple yang bisa menimbulkan kecurigaan.

Heechul juga menuturkan pacarnya di masa lalu juga pernah bertanya mengapa ia tak pernah mau berfoto bersama. Ia menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan itu yang terbaik untuk mereka. Dalam kesempatan itu Heechul juga ditanyai apakah ia mengetahui hubungan Tae Yeon dan Baekhyun sejak lama.

"Kau sudah tahu soal ini sebelumnya kan?" tanya Park Ji Yoon. Heechul pun tersenyum dan mengaku, "Ya, aku sudah tahu terlebih dahulu sekitar sebulan sebelumnya." Heechul lalu menyimpulkan bahwa semua kekecewaan yang diungkapkan fans sebenarnya hanyalah bentuk rasa cinta mereka pada idolnya.

Sabtu, 31 Mei 2014

Fans China Tak Sengaja Lihat Kris di Rumah Sakit Beijing



Berita terbaru dari . Personil  yang tengah menggugat SM Entertainment untuk mengakhiri kontrak eksklusifnya itu dikabarkan terlihat di sebuah rumah sakit di Beijing, China. Hal ini dikabarkan oleh seorang fans yang mengaku tak sengaja melihat Kris di sana. 

Sebelumnya, Kris memang sempat dikabarkan mengalami gangguan kesehatan, namun belum ada tanggapan resmi baik dari Kris ataupun SM. Alhasil berita "penampakan" Kris di rumah sakit itu pun banyak menjadi headline media China. 

Media China, Sina, yang kemudian dilansir Allkpop, menyebutkan fans tersebut mengaku melihat Kris di rumah sakit Fu Wai. Fu Wai adalah salah satu rumah sakit terbesar di Beijing yang mengambil spesialisasi dalam perawatan penyakit kardiovaskuler. 

Foto Kris itu pun banyak beredar di Weibo. "Aku tidak sengaja melihat Kris di rumah sakit Beijing. Dia ada di bagian penyakit Kardiovaskuler. Aku harap dia kembali. Jaga kesehatanmu, Kris. Kami merindukanmu," tulis fans itu sembari menyertakan foto Kris.